Kuliner Khas Banggai: Hadianto Rasyid Ajak Pejabat Jadi Pelayan Masyarakat
Dalam dunia kuliner yang kaya akan keanekaragaman, setiap daerah memiliki ciri khas yang membuatnya unik. Salah satu daerah yang memiliki kekayaan kuliner yang menonjol adalah Banggai. Di tengah perhelatan Turnamen Sepak Bola Hadianto Rasyid Cup 2026, Wali Kota Palu sekaligus Ketua Umum Asprov PSSI Sulawesi Tengah, Hadianto Rasyid, membuktikan kepeduliannya terhadap masyarakat dan kuliner khas Banggai. Dengan mengundang pejabat-pejabat setempat untuk menikmati hidangan khas, Hadianto tidak hanya menekankan pentingnya pelayanan publik yang baik, tetapi juga mengangkat citra kuliner daerahnya.
Kedatangan Hadianto Rasyid di Banggai
Pada Jumat, 12 Juni 2026, Hadianto Rasyid tiba di Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Kabupaten Banggai, bersama rombongan. Tujuan kedatangannya adalah untuk menutup secara resmi turnamen sepak bola yang berlangsung di Kecamatan Nambo. Momen ini menjadi penting tidak hanya untuk olahraga tetapi juga untuk memperkenalkan dan mempromosikan kuliner khas Banggai melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Setelah tiba di Luwuk, rombongan Hadianto langsung menuju hotel untuk beristirahat sebelum melaksanakan agenda utama penutupan turnamen. Namun, kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat tidak terlewatkan. Dalam suasana santai, awak media diberikan kesempatan untuk berbincang dengan Hadianto, yang dikenal sebagai sosok yang mudah dijangkau dan terbuka.
Kuliner Khas Banggai dan Pelayanan Publik
Dalam pertemuan tersebut, Hadianto mengajak awak media untuk menikmati kuliner khas Banggai di Anugrah, sebuah rumah makan yang terletak di Kelurahan Maahas. Momen ini menjadi lebih dari sekadar makan bersama; ini adalah kesempatan untuk berdialog tentang kepemimpinan dan pelayanan publik. Hadianto menekankan pentingnya pemimpin untuk hadir dan aktif berinteraksi dengan masyarakat, menjadikan hubungan antara pejabat dan warga lebih dekat.
Menurut Hadianto, seorang pemimpin yang baik adalah mereka yang tidak menciptakan jarak dengan rakyatnya. “Sering kali saat menjadi calon, para kandidat datang meminta dukungan kepada masyarakat. Namun setelah terpilih, justru masyarakat yang harus bersusah payah untuk bertemu dengan pejabatnya,” ujarnya dengan tegas. Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat.
Prinsip Kepemimpinan Hadianto Rasyid
Bagi Hadianto, jabatan yang diemban bukanlah untuk mendapatkan perlakuan istimewa, tetapi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Pejabat itu pelayan masyarakat. Jangan sampai masyarakat yang diabaikan,” tegasnya, menunjukkan sikap kepemimpinan yang inklusif.
Sikap tersebut tercermin dalam gaya kepemimpinannya selama menjabat sebagai Wali Kota Palu. Hadianto dikenal sebagai sosok yang mudah ditemui oleh masyarakat. Ia sering berdialog langsung dengan warga di warung kopi, ruang publik, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Ini adalah bagian dari komitmen untuk menjalin komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.
Dialog Terbuka untuk Aspirasi Masyarakat
Setiap pagi, Hadianto membuka pintu rumahnya bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung. Tanpa prosedur yang rumit, warga dapat mengungkapkan pendapat dan harapan mereka. Ini adalah contoh nyata dari pendekatan kepemimpinan yang responsif dan proaktif.
Selain itu, Hadianto juga aktif mengunjungi berbagai kelurahan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Diskusi yang dibangunnya tidak hanya terbatas kepada warga umum. Ia juga melibatkan awak media, mahasiswa, komunitas ojek online, organisasi kepemudaan, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya dalam dialog untuk membahas berbagai persoalan pembangunan daerah.
Pentingnya Respon Cepat dalam Pelayanan Publik
Dalam pandangannya, pelayanan publik yang baik harus dibuktikan melalui respons cepat terhadap keluhan masyarakat. Hadianto selalu membuka akses komunikasi melalui telepon dan pesan WhatsApp untuk menerima laporan dan aspirasi warga. Ini menunjukkan keseriusannya dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik di Kota Palu.
Meskipun telah menerima berbagai penghargaan dari pemerintah pusat selama menjabat sebagai Wali Kota Palu, Hadianto menganggap semua capaian tersebut adalah hasil kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. “Penghargaan itu hanyalah bentuk apresiasi. Tanpa dukungan masyarakat, saya bukan siapa-siapa,” ungkapnya dengan rendah hati.
Kolaborasi untuk Pembangunan Daerah
Di akhir perbincangan, Hadianto menegaskan bahwa pembangunan dan berbagai perubahan yang terjadi di Kota Palu merupakan hasil kolaborasi semua elemen masyarakat. “Kemajuan daerah tidak bisa dibangun sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kebersamaan, partisipasi, dan dukungan masyarakat agar perubahan yang diharapkan dapat terwujud,” pungkasnya.
Melalui pendekatan ini, Hadianto Rasyid tidak hanya mengedepankan kuliner khas Banggai sebagai bagian dari identitas daerah, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya pelayanan publik yang baik. Dengan menjadikan pejabat sebagai pelayan masyarakat, diharapkan ke depan akan terjalin hubungan yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Banggai secara keseluruhan.




